Bupati Kutim apresiasi langkah perusahaan cetak tenaga terampil

Beritahariankaltim.com, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah perusahaan setempat dalam mencetak tenaga terampil bidang pengelasan melalui Welding Development Program (WDP), sehingga peserta sudah siap di pasar kerja.

“Terima kasih kepada Kaltim Prima Coal yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutim, serta Sanggar Sarana Baja dalam menyiapkan warga agar terampil di bidang pengelasan,” ujar Ardiansyah dalam rilis yang dikirim ke Samarinda, Senin.

Para peserta pelatihan las melalui WDP angkatan pertama telah diberikan pendidikan praktis, sehingga kini mereka telah terampil dalam mengelas, diharapkan keahlian itu mampu bersaing di industri kerja, baik khusus di Kutim maupun pasar kerja Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Penyelenggaraan WDP berlangsung sejak 9 November 2022 hingga 3 Februari 2023, sehingga dalam kurun tersebut berhasil menggelar latihan di enam area dan berhasil meluluskan 140 angkatan kerja yang siap bersaing di pasar kerja.

WDP ini merupakan program kolaborasi antara Sanggar Sarana Baja (SSB), Kaltim Prima Coal (KPC), dan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kabupaten Kutim.

Program ini bertujuan memberikan bekal keahlian welding (pengelasan) kepada para peserta agar memiliki persiapan dan kemampuan untuk menjadi angkatan kerja yang siap bersaing.

“Ke depan akan ada sejumlah program yang sama atau yang mirip dengan ini, karena melalui pelatihan seperti akan dapat mencetak tenaga terampil yang siap di pasar kerja, bahkan mampu menghasilkan karya terbaik untuk pembangunan, termasuk mampu berwirausaha atau menciptakan lapangan kerja sendiri,” kata Ardiansyah.

Johan Budisusetija selaku Direktur SSB mengatakan, terlaksananya program ini merupakan hasil sinergi tanggung jawab sosial antara PT SSB, PT KPC, dan BLKI Mandiri Kutim.

Wawan Setiawan, selaku General Manager External Affairs and Sustainable Development PT KPC meyakini, keahlian yang telah dipelajari oleh peserta selama pelatihan, bisa menjadi modal bagi para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai welder.

Sedangkan Agus Yustri, salah seorang peserta WDP mengaku beruntung bisa mengikuti pelatihan tersebut, karena banyak hal yang bisa dipelajari, mulai dari teori, praktik teknik pengelasan FCAW, pengaplikasian yang benar dan aman, tentang pertambangan, hingga pentingnya keamanan dan keselamatan selama bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *