Bupati Kutim Rancangkan Pariwisata, Perkebunan dan Pertanian Sebagai Pendapatan Daerah

Beritahariankaltim.com, Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi disahkan pada 12 Oktober 1999 lalu. Sejak awal diresmikan, Kutim memiliki beberapa pendapatan daerah yang sangat besar yakni, tambang, perkebunan sawit, pertanian, dan pariwisata.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan jika hingga saat ini pertambangan masih menjadi pendapatan daerah terbesar bahkan kedua yang ada di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri.

“Iya saat ini tambang memang yang paling besar, tetapi kita juga tidak mengabaikan yang lain seperti pertanian, perkebunan dan pariwisata yang kemungkinan berpotensi besar dimasa yang akan datang,” kata Ardiansyah, Jum’at (22/10/2021).

Boleh dikatakan jika saat ini sektor batu bara Kutim masih memiliki jangka waktu 50-100 tahun kedepan. Saat ini Kutim masih memiliki potensi tak hanya batu bara yang banyak, namun juga seperti emas, biji besi hingga dua sampai tiga abad kedepan yang nantinya akan diperiksa kembali oleh pemerintah setempat.

Selain pertambangan sawit juga kedepannya diyakini perkembangannya akan mengalahkan tambang. Meski saat ini tambang menduduki peringkat terbesar bagi daerah, namun ia menyadari jika pertambangan sewaktu-waktu akan habis.

“Kita lihat sawit ini semakin melaju juga kan, ini tentunya akan menjadi potensi besar untuk Kutim sendiri, bisa-bisa akan mengalahkan tambang suatu saat nanti jika batu bara di Kutim sudah semakin menipis,” bebernya.

Selain itu ternyata pertanian menjadi salah satu yang masuk dalam program unggulan dari kepemimpinan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang dimana yang tengah hangat yakni Pisang yang telah berhasil memasuki pasar global.

“Tentu saja ya ini menjadi kebanggaan kita, pisang di Kutim bisa tembus pasar global, kita ekspor terus. Tentu ini menjadi perhatian juga bagi pemerintah daerah bahkan provinsi untuk pendapatan dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Sektor terkahir ini mencakup Pariwisata dimana pemerintah daerah berencana akan membangun dari kehutanan. Karena saat ini sudah banyak masyarakat yang ikut dalam kehutanan dengan konsep Hutan Taman Rakyat (HTR) bukan lagi hutan taman industri.

“Mudah-mudahan konsep yang baru dimulai tahun 2021 ini, karena saya sudah meremikan satu atau dua penanaman HTR, kita berharap ini mampu menyumbang bagi pembangunan selain daripada sektor pertambangan,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *