Ciptakan Kota Indah, Satpol-PP Tindak Spanduk Liar

Beritahariankaltim.com, Sangatta – Untuk menciptakan kota yang indah dan bersih, aspek penataan alat peraga baik reklame, spanduk maupun baliho harus diperhatikan betul. Sayangnya, beberapa kawasan di kota-kota besar saat ini keberadaan alat peraga semacam itu kurang mendapatkan perhatian serius dari masyarakat maupun pihak terkait.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Didik Herdiansyah, menjelaskan baliho maupun reklame yang terpasang di muka umum harus mendapatkan perizinan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terkait pajak spanduk, baliho dan rekalame tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait izin pemasangannya dan lainnya.

” Jadi sebenarnya domainnya, jika penertiban itu bukan hanya Satpol-PP saja, namun ada beberapa SKPD terkait seperti misalnya Bapenda terkait pajaknya, PTSP terkait izinnya dan SKPD lain yang berkaitan” Jelasnya saat dihubungi via seluler, Sabtu (27/11/2021).

Selanjutnya iya menerangkan jika pihak-pihak terkait sudah menemukan suatu pelanggaran maka Satpol-PP siap untuk menindak dengan tegas ungkapnya tentunya demi ketertiban dan kenyamanan bersama

“Jadi klo semua dicek lalu memang ada pelanggaran yah kami tindak, kita beri surat peringat lalu kami lepas atau cabut, tapi sejauh ini kami cobalah dengan cara humanis” Ungkapnya.

Perlu diketahui, bahwa sudah berlangsung lama, di beberapa titik khususnya di kota Sangatta sendiri yang merupakan Ibu Kota Kutim terpasang berbagai jenis spanduk yang dilakukan secara sembarangan oleh pemiliknya. Baik itu iklan produk, iklan kampanye pribadi, kampanye kelompok maupun organisasi, bahkan alat peraga yang berisi imbauan-imbauan.

Mayoritas spanduk tersebut terpasang secara masif di kawasan traffic light maupun persimpangan jalan. Karena lokasi tersebut bisa jadi dipilih karena dianggap sangat strategis, terkhusus di wilayah Simpang lampu merah pendidikan yang dimana sangat banyak sekali spanduk, baliho, dan reklame liar yang terpasang di lokasi tersebut mengingat lokasi tersebut juga wilayah daripada tempat pendidikan yang memang dilarang pemasangannya.

Menanggapi hal tersebut Didik mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengingatkan bahakan memasang himbuan di tempat tersebut untuk sembarangan dalma Pemasangan spanduk dan Reklame.

“Itu sudah sering kami ingatkan, bahkan kami pasang himbuan disitu, tapi yah masih saja ada yang melanggar” Jelasnya.

Untuk hal tersebut Satpol-PP Kabupaten Kutim pun sering melakukan penertiban, yang biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu, dan biasanya dilakukan jika pelanggaran tersebut banyak dilakukan.

“Kami sebenarnya sering sudah mengingatkan, jadi kami tindak jika memang melanggar atau tidak bisa di toleransi lagi, biasanya dua kali dalam seminggu jika memang marak lagi” Ujarnya.

Oleh karena itu, pemasangan spanduk, baliho maupun reklame di ruang-ruang terbuka semacam itu jelas tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi sampai merusak keindahan, dan ini merupakan tugas kita bersama demi kebersihan dan keindahan kota Sangatta tercinta ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *