IRT Jadi Dalang Pengedaran Sabu di Kutai Timur

Beritahariankaltim.com, Sangatta – Tim Nightmare Unit Reskrim Polsek Muara Wahau berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial SI (20) akibat terbukti atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,49 Gram.

Dipimpin oleh Aipda Narendra memaparkan kronologis awal, dimana dirinya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa kawasan Jalan Poros Desa Karya Bhakti, Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), kerap dijadikan tempat transaksi atau bisnis narkotika.

Pada Rabu (22/9/2021) sekitar jam 20.00 Wita, pengintaian dimulai, Tim Nightmare pelan-pelan mulai mengawasi setiap orang yang lalu lalang di lokasi itu.

Tak lama, tampak seorang pemuda mengendarai sepeda motor Honda Supra X, pemuda tersebut terlihat menepi tepat di depan SMKN 1 Muara Wahau.

Gerak geriknya tampak mencurigakan, pemuda yang diketahui berinisial SI itu terlihat duduk di atas kendaraannya, menoleh ke kiri dan kanan. Seolah sedang menunggu kedatangan seseorang, gelagat yang mencurigakan itu mengundang perhatian aparat yang sedang melakukan pantauan.

Pengintaian akhirnya membuahkan hasil, saat aparat mulai mendekati SI, raut wajahnya tampak kaget. Pasalnya, dalam genggaman tangan kirinya menyimpan satu poket narkoba jenis sabu seberat 0,49 gram, SI tak sadar sedari tadi dalam pengawasan pihak berwajib.

Karena kaget dengan kedatangan polisi, SI mencoba membuang barang haram yang berada ditangannya itu. Namun, sabu yang dikemas dalam plastik klip itu terjatuh mengenai kaki salah seorang dari Tim Nightmare.

Tak dapat berdalih, ia akhirnya mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya. Sekira pukul 21.00 WITA, aparat kemudian mengamankan pemuda yang diketahui merupakan warga Jalan Wilis, RT 06, Desa Sri Pantun, Kecamatan Kongbeng, Kutim.

“ SI sudah buat janji dengan konsumennya. Dia (pelaku) berencana melakukan transaksi di tempat itu. Tapi sebelum ada transaksi jual beli kami sudah terlebih dahulu mengamankan pelaku,” ungkap Kapolsek Muara Wahau AKP Muhammad Yusuf, Senin (27/9/2021).

Turut diamankan juga barang bukti lain berupa satu unit kendaraan motor yang dipakai pelaku, serta satu unit handphone. SI pun akhirnya diangkut pihak berwajib untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

SI mengakui bahwa ia mendapatkan dari rekannya berinisial AD (21). Aparat kemudian meminta SI untuk diantarkan kekediaman pelaku AD.

“ Kami lakukan pengembangan. Jadi setelah kami amankan. Kami selidiki lagi dari mana dia dapat narkoba itu,” jelasnya.

Sekira pukul 22.00 WITA, Tim Nightmare akhirnya sampai di kediaman AD yang berada di Jalan Paus, Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, polisi kemudian langsung melakukan penggerebekan di rumah tersebut.

Namun, ternyata tak hanya AD yang berada di dalam rumah itu, ada juga rekan lain yakni MI (19) dan seorang ibu rumah tangga HM (40). Aparat yang sudah berada di dalam rumah pun langsung melakukan penggeledahan badan kepada ketiganya.

Dari tangan AD polisi menemukan dua poket sabu dengan masing-masing berat 1,08 dan 0,92 yang disimpan pelaku di saku kiri celananya. Aparat juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 4,3 juta yang diduga hasil penjualan sabu. “Saat kami gerebek rumahnya ternyata di dalam situ ada tiga orang. Akhirnya kami geledah semuanya,” jelas Kapolsek.

Didapati dua poket sabu di dalam sebuah dompet perhiasan yang disimpan di saku celana MI, lalu juga didapat satu pocket sabu di laci meja make up.

“ Dari tangan MI kami amankan sabu sebanyak 8 poket. Itu disimpan di tempat yang berbeda-beda. Totalnya sekitar 5,27 gram,” tambah Kanit Reskrim Polsek Muara Wahau, Aipda Narendra RM.

Seisi rumah kemudian digeledah oleh petugas, dalam kamar tidur HM polisi kembali menemukan satu poket besar yang dibungkus plastik gula dengan berat mencapai 50,13 gram.

“ HM menyimpan sabu itu di dalam lemari pakaiannya,” ungkapnya.

Rencananya barang haram itu akan dipecahkan, lalu diedarkan kembali ke masyarakat. Aparat juga menemukan sendok plastik, pipet, dan timbangan elektrik yang diakui HM adalah miliknya. Selain itu uang hasil penjualan sabu turut diamankan polisi sebesar Rp 8,7 juta.

Semua pelaku akhirnya digelandang ke Mapolsek Muara Wahau untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Belakangan diketahui, mereka semua adalah komplotan pengedar narkoba. Di mana HM berperan sebagai bandar, MI, AD, dan SI adalah peluncur atau kurir.

Diketahui HM juga merupakan residivis narkoba. Pelaku baru saja menghirup udara bebas akhir 2020 lalu. Dia diketahui sudah memiliki seorang suami yang juga merupakan residivis narkoba.

“ Diduga setelah mereka keluar dari penjara, HM dan suaminya kembali main sabu. Tapi suaminya sudah tertangkap duluan beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Dan terancam Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *