Kenang Masa Covid Tertinggi, Kasmidi : Jangan Sampai Terulang Kembali

Beritahariankaltim.com, Sangatta – Pada bulan Juli 2021 lalu kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih berada pada situasi angka nihil untuk kasus terkonfirmasi positif covid-19.

Namun dalam waktu yang singkat Kabupaten Kutim mengalami pelonjakan terkonfirmasi yang sangat tinggi, BOR yang sempat tidak mencukupi dan melebihi kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga.

Bahkan pada beberapa waktu lalu Kabupaten Kutim menjadi penyumbang terbesar angka terkonfirmasi positif covid-19 yang ada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menjelaskan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa pada beberapa minggu ini Kabupaten Kutim tengah berjuang.

“Saya akui kemarin kabupaten Kutim menjadi penyumbang angka terkonfirmasi tertinggi berbarengan dengan saudara kita didaerah lain seperti Kukar, Balikpapan bahkan Samarinda,” ujar Kasmidi Bulang, Selasa (26/10/2021).

Kala itu Kutim berada pada posisi ketiga dari 30 besar Kabupaten/Kota di Indonesia yang wajib mengadakan tempat Isolasi Terpadu (Isoter). Itu semua tidak terlepas dari luas wilayah Kabupaten Kutim yang selalunya menjadi tempat persinggahan dari utara ke selatan, maupun sebaliknya.

Memang Kabupaten Kutim menghubungkan akses darat antar Kabupaten dan Kota, seperti Kabupaten Berau, Nunukan, Malinau Kalimantan Utara (Kaltara).

“Kita tidak menyalahkan itusemua, tetapi memang itu resiko daripada daerah-daerah yang tempat persinggahan,” ucapnya.

Selanjutnya ia menambahkan, Kutim sendiri memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar ke empat di Kalimantan Timur, ini juga yang pastinya menjadi model penyebaran covid-19 percepat.

“Tapi Alhamdulillah setelah kami berkoordinasi kepada satgas covid-19 bahkan dipimpin langsung oleh bapak Bupati membentuk satgas terpadu yang didalamnya ada pak Kapolres, pak Dandim, pak Danlanal dan para petinggi yang ada di Kabupaten Kutim,” bebernya.

Tim satgas terpadu ini bahu membahu melakukan instruksi melaksanakan PPKM Level-4 dimana pemerintah setempat melakukan pengetatan dan pembatasan wilayah-wilayah, sehingga masyarakat luar tidak lagi dengan mudah masuk ke Kabupaten Kutim khususnya daerah perkotaan seperti Sangatta.

“Mereka yang mau masuk minimal swab antigen dan wajib. Jadi ketika mereka terkonfirmasi kami terpaksa masukkan ke isolasi mandiri atau balik kanan. Sehingga tidak bisa masuk ke Sangatta. Itu yang kami lakukan ketika tinggi-tingginya angka terkonfirmasi kita,” imbuhnya.

Langkah itu ia rasa memang harus dilakukan lantaran angka terkonfirmasi yang diterima setiap harinya mencapai ratusan, juga angka kematian yang cukup tinggi, angka tertinggi mencapai 16 orang dalam satu hari.

Dibeberkannya, perusahaan juga menjadi salah satu penyebab angka terkonfirmasi pada kala itu. Dimana, banyak karyawan yang ketika cuti dan memutuskan berlibur keluar daerah, namun saat kembali justru terkonfirmasi positif covid-19.

“Saat itu memang sangat berat untuk kami, tapi Alhamdulillah sudah kita koordinasikan dengan baik, semua stakeholder. Perusahaan juga sudah kami minta ketika cuti wajib karantina sebelum masuk dan dibuat negatif atau aman,” tutupnya.

Kasmidi pun berharap semoga pada waktu yang akan datang Kabupaten Kutim tidak lagi mengalami masa sulit dan terus bangkit tidak hanya dari pandemi namun juga pada pembangunan dan perekonomian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *