Pengamanan Gelandangan, Dinsos Tak Dibekali Ilmu Beladiri

Beritahariankaltim.com, SANGATTA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tak ingin ambil risiko dalam pengamanan anak jalanan (anjal) maupun gelandangan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kutim, dr Ernata Hadi Sujito mengatakan, pihaknya tidak mengerti terkait penanganan tepat.

“Untuk prosedur nya saja terkait pengamanan ini memang menjadi ranah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” ujarnya.

Selain bukan menjadi ranah penanganan, Dinsos juga tidak dibekali penanganan prosedur pengamanan langsung dilapangan.

Ernata menyebutkan risiko bisa saja menghampiri Dinsos yang melakukan pengamanan yang sewaktu-waktu mengamuk.

“Namanya orang seperti itu ada yang baik dan tidak ya. Kalau baik aman-aman saja, tapi kalau tidak maka akan menjadi masalah juga,” paparnya.

Terlebih kesehariannya belum diketahui, yang memungkinkan anjal maupun gelandang tersebut suka mabuk bahkan membawa senjata tajam (sajam).

Tentunya ini akan sangat berisiko, oleh karenanya tepat saja jika tugas pengamanan dilakukan oleh Satpol PP yang diyakini sudah dibekali ilmu beladiri.

“Kalau kita yang kena pasti repot, tapi kalau Satpol PP mempunyai keahlian untuk mendeteksi itu, bagaimana mengamankan sajam nya dan sebagainya,” tandasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *