Waspada, HIV/AIDS KUTIM di Dominasi Karyawan Swasta

Beritahariankaltim.com, Sangatta- Pegawai swasta menjadi profesi yang mendominasi jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kemudian ODHA peringkat kedua berasal kalangan ibu rumah tangga dan peringkat ketiga yakni perempuan pekerja seks komersial. Oleh karenanya, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Kutim, Poniso Suryo Renggono mengajak keterlibatan perempuan, anak dan remaja dalam mencegah infeksi dan penularan HIV/AIDS. Dalam upaya pencegahan, terhitung sejak 1 Desember 2022 hingga pekan ini, sejumlah rangkaian kegiatan seperti seminar dan sosialiasi diselenggarakan dengan mengusung tema ‘Kerentanan perempuan terhadap ancaman HIV/AIDS’. “Tema ini sangat relevan dengan permasalahan pengembangan status HIV di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kutim,” ucapnya, Jum’at (20/1/2022). Dari seluruh ODHA, peringkat pertama ada pegawai swasta yakni 43 persen, disusul dengan besarnya jumlah HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga menduduki peringkat dua terbesar yakni 28 persen. Sedangkan peringkat ke tiga yakni perempuan dengan status pekerja seks sebanyak 11 persen. Poniso menjelaskan, angka tersebut tidak jauh berbeda dengan data penderita HIV/AIDS Nasional mulai tahun 2009 sampai tahun 2022. Data ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan tidak melakukan perilaku yang menyimpang, namun tetap bisa mendapat penyakit menular seksual tersebut. “Biarpun (perempuan) tidak bergonta-ganti pasangan, selalu setia pada satu pasangan yang sah, tapi tetap mengahadapi ancaman HIV/AIDS,” ujarnya. Untuk itulah, Poniso mengharapkan beberapa seminar maupun sosialisasi yang dilakukan Pemkab Kutim dapat memberikan inspirasi kepada seorang ibu agar keluarganya terbebas dari ancaman penyakit ini. Apalagi hingga kini belum ditemukan obat yang mempu menyembuhkan HIV/AIDS di Indonesia bahkan dunia. “Dengan adanya seminar-seminar ini kita ingin membekali peserta dengan pengetahuan terapan yang mampu melindungi keluarga dari segala ancaman,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *